Senin, 11 Agustus 2014

Jika saja cinta kita memiliki satu musim,
aku hanya inginkan musim yang dapat aku lalui bersamamu.
Jika saja cinta kita setegar perahu melawan badai,
aku akan memperjuangkanmu meski perahu ini harus karam.
namun,
kita tidaklah hidup didunia dongeng sayang.
dan aku tak punya mantra untuk itu semua.
lalu bagaimana aku harus berjuang,
jika kau tak bersamaku diperahu itu.

*Puisi pertama dan terakhirku untukmu, Aku bahagia pernah mengenalmu selama tiga bulan ini.

Aku hanya ingin berbagi cerita, bahwa memang terkadang cinta yang telah lama kita harap kedatangannya, sepenuhnya kita menaruh harapan pada cinta itu. entah karena cinta masa lalu kita yang rumit atau memang cinta mendatangkan kebahagiaan pada awalnya.
Jika kutanyakan, cintakah kau padaku? kau katakan bahwa aku tak usah meragukanmu.
Jika kutanyakan, masih inginkah kau bersamaku? maka kau katakan bahwa aku kekanak-kanakan.

memang terkadang cinta membuat kita kekanak-kanakan. namun, pantaskah kau katakan demikian. Jika kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama, tidak ada kata jalan-jalan, tidak kenal istilah malam minggu, tak ada telpon yang berdering, bahkan suara sms dikalahkan oleh suara cicak di kamarku.

Aku merasa kau abaikan. aku merasa, ada dan tidak adanya dirimu bagiku sama saja. apakah itu kekanak-kanakan?

kau katakan bahwa kau tahu, dan kuingin kau mengubahnya.
kau katakan maaf, kukatakan buktikan!
sampai bosan kumendengarnya, dan kukatakan WHATEVER...

Aku perempuan, dan kau yang memilihku.
jika kau mencintaku, maka tak akan rasa ini yang kurasakan.
jika kau menyayangiku, bukan demikian kau perlakukan aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak :)